logo

Suicide Prevention

Suicide Prevention

Suicide Prevention

Menurut data yang dilampirkan oleh WHO (World Health Organisation), sekitar 800.000 jiwa melakukan bunuh diri setiap tahunnya, yang artinya terdapat 1 korban bunuh diri di setiap 40 detiknya. Bunuh diri menjadi hal yang marak diperbincangkan dan menjadi salah satu penyebab kematian paling banyak akhir-akhir ini. Namun ada beberapa hal penting yang perlu kita ketahui terkait dengan bunuh diri.

A. Bunuh Diri Dapat Dicegah
Salah satu miskonsepsi terbesar adalah bahwa bunuh diri adalah yang tidak dapat dicegah. Nyatanya banyak dokter maupun ilmuwan yang bekerja keras untuk membantu orang-orang yang mempunyai risiko melakukan percobaan bunuh diri untuk tetap hidup. Dr. Joshua Gordon selaku direktur NIMH (National Institute of Mental Health) mengatakan bahwa “di dunia yang sempurna, bunuh diri dapat sepenuhnya dicegah.”
Bagaimana cara mengetahui potensi seseorang untuk melakukan bunuh diri dan mencegah hal tersebut?
Gordon dan para ahli lainnya menyarankan pendekatan lima langkah:
1. Tanyakan apakah mereka berpikir untuk bunuh diri
2. Kurangi akses korban terhadap benda atau tempat yang berpotensi mematikan
3. Dengarkan korban dengan seksama dan tanyakan apa yang ada dipikiran dan perasaan mereka
4. Tolong korban untuk mendapatkan bantuan professional
5. Tetap berkomunikasi dengan korban pada saat dan setelah krisis maupun treatment dilakukan

B. Bunuh Diri dapat Terjadi Kapan Saja
Banyak orang mengira kasus bunuh diri adalah kasus yang banyak terjadi di waktu waktu tertentu. Kita tidak dapat mengetahui dengan pasti kapan kasus bunuh diri banyak terjadi.
Kasus bunuh diri adalah kasus yang dapat terjadi disepanjang tahun.

C. Bunuh Diri dapat Terjadi Kepada Siapa Saja
Bunuh diri bukan hanya terjadi di waktu yang tidak menentu, namun juga terjadi kepada orang-orang tidak menentu terlepas dari usia, jenis kelamin, etnis, maupun status sosioekonominya. Namun beberapa kelompok mempunyai risiko yang lebih tinggi. Percobaan bunuh diri pada wanita lebih memungkinkan dari pada pria, namun lebih banyak pria yang meninggal akibat bunuh diri. Pada wanita, usia 45-64 memiliki angka paling tinggi pada kematian karena bunuh diri, sementara pada pria ada pada kisaran usia 75 tahun ke atas.

D. Ada Treatment yang Dapat Dilakukan untuk Pikiran Bunuh Diri
Strategi yang bekerja dengan baik untuk kondisi kesehatan mental yang berkaitan dengan bunuh diri, seperti depresi dan kecemasan, seringkali digunakan untuk treatment penanganan pikiran untuk bunuh diri. Treatment ini termasuk psikoterapi, pengobatan, atau gabungan dari keduanya. Pemulihan dari pikiran bunuh diri dimungkinkan dengan penanganan ini.

E. Jangan Pernah Mengasumsikan Bahwa Orang Mencoba Bunuh Diri Hanya untuk Menarik Perhatian
Gordon mengatakan bahwa apabila seseorang sudah mempunyai pikiran untuk bunuh diri, kita harus menanggapi hal tersebut dengan serius. Gordon juga mengatakan bahwa semua tanda atau gejala dari bunuh diri tidak boleh diabaikan dan harus ditangani dengan serius. Bahwa percobaan untuk bunuh diri bukanlah respon normal terhadap stress.


Admin

Latest News

Suicide PreventionSuicide Prevention
Menurut data yang dilampirkan oleh WHO (World Health Organisation), sekitar 800.000 jiwa melakukan bunuh diri setiap tahunnya, yang artinya terdapat 1 korban bunuh diri di setiap 40 detiknya. Bunuh diri menjadi hal yang marak diperbincangkan dan menjadi salah satu penyebab kematian paling banyak akhir-akhir ini.
Workshop Minnesota Multiphasic Personality Inventory 2 - Restrutured Form (MMPI 2 - RF)
Nous Consulting Indonesia kembali mengadakan workshop pada tanggal 7 September 2019 mengenai salah satu tes psikologi yaitu Minnesota Multiphasic Personality Inventroy 2 - Restructured Form (MMPI 2 - RF), yang dibawakan oleh Dr. dr. Rusdi Muslim, Sp.Kj, M. Kes selaku Psikiater di Mental Capacity Development Center dan dihadiri oleh peserta dari berbagai variasi bidang, seperti Psikolog Klinis, Psikolog Forensik, dan Psikolog Industri Organisasi.
Psytalk#1 Ekspektasi vs Realita Berkarir Di Dunia Psikologi
Kali ini, pada tanggal 25 Mei 2019 Nous Consulting Indonesia mengadakan sharing knowledge tentang bagaimana menjalani pendidikan hingga berkarir di dunia psikologi yang fokusnya adalah pada ekpektasi vs realita berkarir di dunia psikologi, yang dibawakan oleh Willy Tasdin, M.Psi., Psi. selaku Director and Founder Nous Consulting Indonesia.
Other Information Footer Copyright Information ian espinosa rx12b5ux7qm unsplash
Nous Consulting Indonesia
cs@nous-id.com
+62 815 1642 909
© 2017 Nous Consulting Indonesia All right reserved,
Jasa Pembuatan Website by IKT
Mobile Site